News

Babak Baru Politik Bangladesh: Tarique Rahman Dilantik Jadi PM

Dhaka, Bangladesh (KABARIN) - Bangladesh memasuki fase politik yang baru. Pada Selasa (17/2), pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), Tarique Rahman, resmi dilantik sebagai perdana menteri ke-11 negara itu.

Pelantikan berlangsung khidmat di depan gedung parlemen di ibu kota Dhaka dan dipimpin langsung oleh Presiden Mohammed Shahabuddin. Bersamaan dengan itu, 49 anggota kabinet juga ikut diambil sumpahnya, menandai dimulainya pemerintahan baru hasil pemilu pekan lalu.

Sebelumnya, 297 anggota parlemen telah dilantik sebagai bagian dari parlemen ke-13 Bangladesh.

Pemilu Pertama Pasca Gejolak Politik

Pemilu ini menjadi yang pertama sejak gelombang pemberontakan pada 2024 menggulingkan pemerintahan Liga Awami setelah 15 tahun berkuasa.

Sejak 8 Agustus 2024, Bangladesh dipimpin pemerintahan sementara di bawah tokoh peraih Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus. Pemerintahan transisi itu terbentuk setelah mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina meninggalkan negara tersebut di tengah gelombang protes besar.

Kini, Yunus resmi menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan terpilih — menutup masa transisi selama 18 bulan.

Kemenangan Telak BNP

Dalam pemilu tersebut, BNP dan koalisinya meraih mayoritas dua pertiga dengan 212 kursi parlemen. Dari total 300 kursi, pemilihan untuk tiga kursi ditunda. Selain itu, terdapat 50 kursi cadangan untuk perempuan yang akan dialokasikan secara proporsional setelah parlemen mulai bersidang.

Liga Awami tidak berpartisipasi dalam pemilu kali ini.

Lebih dari 127,6 juta warga Bangladesh terdaftar sebagai pemilih, dengan tingkat partisipasi mencapai 59,44 persen — meningkat signifikan dibandingkan 41,8 persen pada pemilu Januari 2024.

Tak hanya memilih parlemen, rakyat Bangladesh juga mengikuti referendum serentak mengenai reformasi konstitusi, yang memperoleh dukungan lebih dari 60 persen suara.

Sorotan Internasional

Upacara pelantikan turut dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat asing, termasuk Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, serta Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal.

Kehadiran para tamu asing menandai perhatian internasional terhadap stabilitas politik Bangladesh pasca gejolak.

Harapan untuk Stabilitas Baru

Dengan pemerintahan baru yang resmi terbentuk, publik kini menaruh harapan pada stabilitas politik dan reformasi yang lebih inklusif. Setelah periode turbulensi dan transisi, pelantikan ini menjadi simbol kembalinya proses demokrasi elektoral secara penuh.

Bangladesh kini melangkah ke babak baru — dengan tantangan ekonomi, reformasi konstitusi, dan rekonsiliasi politik yang menanti di depan.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: